Home » , , , » Pengertian SAK ETAP Adalah

Pengertian SAK ETAP Adalah

Note: Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai pajak atau akuntansi kami sangat menyarankan untuk mengikuti pelatihan perpajakan PT Sinergi Solusi Bisnis

Pengertian SAK ETAP 

SAK ETAP yg merupakan kepanjangan berasal Standar akuntansi keuangan guna Entitas tidak dengan Akuntabilitas Publik ditetapkan oleh ikatan akuntansi indonesia terhadap perusahaan kecil & menengah. SAK ETAP ini dimaksudkan supaya seluruhnya satuan bisnis mengeluarkan informasi keuangan tepat dgn standar yg sudah ditetapkan. Standar ETAP ini lumayan sederhana & tentu tidak akan menyulitkan terhadap penggunanya.

Apakah sebenarnya yg dimaksud dengan ETAP?

ETAP sama seperti kepanjangan yg sudah diuraikan di atas yaitu satuan gerakan yg lakukan aktifitas walaupun sahamnya tak dipunyai oleh masyarakat atau dgn kata lain satuan bisnis yg dimiliki oleh orang perorang atau sekelompok orang, di mana kegiatan & modalnya pun terbatas. tipe aktivitas seperti ini di Indonesia menempati angka kurang lebih 80 %. Oleh karena itu butuh adanya perhatian khusus dari seluruh pihak yg berkepentingan dalam aktivitas ini.

SAK ETAP

SAK yang ke dua adalah SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik). Pada awalnya SAK ETAP ini menggunakan istilah Standar Akuntansi Keuangan Usaha Kecil dan Menengah (SAK UKM). Hal ini terlihat saat Exposure Draft (ED) SAK tersebut diterbitkan oleh DSAK IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Dalam perjalanannya, akhirnya DSAK IAI mengesahkan ED SAK UKM tersebut menjadi SAK ETAP. SAK ETAP ini identik dengan IFRS for SMEs yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB).
SAK ETAP dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik. ETAP adalah entitas yang:
  • tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
  • menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur dan lembaga pemeringkat kredit.
Bahwa SAK ETAP tersebut adalah entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan jika:
  1. entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan penyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal atau
  2. entias menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.
Yang dimaksud fidusia sesuai Pasal 1 angka 1 UU No. 42 / 1999 tentang Jaminan Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda (Undang-Undang No. 42 Tahun 1999).

Penggunaan SAK ETAP bagi entitas yang melakukan kegiatan di pasar modal atau menghimpun dan / atau mengelola dana masyarakat melalui pasar modal, perusahaan publik, dan lembaga keuangan non-bank telah diatur oleh Bapepam LK (sekarang OJK) (Surat Edaran Bapepam LK No. SE-06/BL/2010). Di dalam  surat edaran tersebut, disebutkan bahwa entitas-entitas berikut ini tidak dapat menggunakan SAK ETAP karena memiliki akuntabilitas publik yang signifikan
  • Entitas yang melakukan kegiatan di Pasar Modal, yaitu Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perusahaan Efek yang melakukan kagiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang menjadi Anggota Bursa Efek, Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi, Perusahaan Pemeringkat Efek, dan Lembaga Penilaian Harga Efek
  • Entitas yang menghimpun dana masyarakat melalui Penawaran Umum Efek di Pasar Modal (Emiten)
  • Entitas yang menjadi wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio investasi meliputi Reksa Dana, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset, dan Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Real Estat
  • Entitas yang merupakan Perusahaan Publik dan
  • Entitas Lembaga Keuangan Non-Bank yang merupakan Perusahaan Asuransi / Reasuransi, Pialang Asuransi / Reasuransi, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, dan Perusahaan Penjaminan.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

Pelatihan Pajak