Home » » Subjek Pajak

Subjek Pajak

Perpajakan mengenal istilah subjek pajak. Secara sederhana, subjek pajak dapat diterangkan terhadap siapa saja yang terkena kewajiban perpajakan. Pengertian siapa, dapat berupa orang pribadi atau individu, bisa juga berupa berupa kumpulan orang atau badan baik berbadan hukum maupun tidak. Secara terperinci, KUP mengatur siapa saja yang merupakan subjek pajak di Indonesia dalam Bab 1 tentang Ketentuan Umum pasal 1: 



Yang dimaksud dengan: Wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. 

Badan adalah sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi: perseroan terbatas lainnya, badan usaha milik Negara, atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk, usaha tetap dan bentuk badan lainnya. 

Pasal ini dengan jelas menyatakan bahwa yayasan dan atau Lembaga Nirlaba lainnya merupakan subjek pajak dan dengan demikian merupakan wajib pajak di Indonesia. Dari definisi mengenai subjek pajak, terlihat bahwa motif dari pendirian suatu badan tidak atau bukan merupakan pertimbangan atau dasar pengkategorian subjek pajak. 

Dengan kata lain, apakah suatu badan didirikan untuk misi sosial atau komersial mencari laba bukan menjadi kriteria untuk menentukan apakah suatu lembaga dikatakan subjek pajak atau tidak. Definisi subjek pajak juga menyiratkan bahwa hampir semua bentuk organisasi sepanjang merupakan kesatuan menjadi subjek pajak. 

Yayasan dan Lembaga Nirlaba lainnya yang sejenis jelas merupakan subjek pajak dan untuk harus tunduk pada hak dan kewajiban perpajakan di Indonesia. Setelah termasuk sebagai subjek pajak maka berdasarkan prinsip self assessment, Lembaga Nirlaba harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mendaftarkan diri dan dicatat sebagai wajib pajak. 

Sekaligus mendapatkan identitas dalam urusan perpajakan. Identitas ini berupa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang merupakan pengenal bagi wajib pajak dalam beriteraksi dengan aparat perpajakan.NPWP tersebut akan senantiasa dimunculkan dalam setiap pelaporan perpajakan dan termasuk juga ketika harus melakukan korespondensi dengan aparat perpajakan.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

Pelatihan Pajak