Home » » Dosen Pajak di Perguruan Tinggi dan Petugas Pajak (Fiskus)

Dosen Pajak di Perguruan Tinggi dan Petugas Pajak (Fiskus)

Dosen Pajak di Perguruan Tinggi

Sedikitnya tenaga pendidik bidang ilmu pajak, membuat lowongan dosen pajak dikampus-kampus ekonomi terbuka luas. Sebagai pengajar pajak seseorang haruslah dibekali dengan kemampuan pemahaman pajak yang baik. Meskipun bahan ajarnya kebanyakan hanya teori, bukan berarti kualitas dosen pajak bisa diabaikan begitu saja. Sayangnya, sebagian besar dosen pajak di perguruan tinggi negeri maupun swasta ternyata malah sedikit yang menguasai bahan ajar. Mereka hanya belajar pajak lewat buku-buku yang terkadang aturannya sudah expired (baca:jadul). Sehingga yang disampaikan kepada mahasiswa pun cenderung tidak up to date.

Tak sedikit dijumpai dosen pajak yang tidak mampu mengisi SPT. Jadilah suasana kuliah itu cuma mencatat buku atau membuat resume. Toh mahasiswa juga tidak complain, sepanjang nilainya aman.

Umumnya tenaga dosen ini mensyaratkan pendidikan minimalnya S2 (pasca sarjana). Kebanyakan Magister ilmu akuntansi yang dipadu dengan kemampuan pajak. Syarat-syarat untuk menjadi tenaga pengajar dibidang pajak antara lain:

  • Tingkat pendidikan minimal S2;
  • Mampu berkomunikasi dengan baik;
  • Menguasai teknik mengajar;
  • Memahami ketentuan perpajakan yang aktual.
Petugas Pajak (Fiskus)


Ya, inilah profesi yang paling banyak diidamkan oleh calon mertua. Petugas pajak berstatus sebagai pegawai negeri baik pusat maupun daerah. Bisa dibawah instansi DJP maupun Dinas pendapatan daerah masing-masing. Untuk DJP sendiri komposisi penerimaan pegawainya berasal dari sekolah kedinasan dan penerimaan umum. 

Tahun-tahun terakhir in DJP banyak menerima calon pegawai setingkat sarjana dari jalur penerimaan umum. Hal ini disebabkan karena sedikitnya komposisi petugas pajak untuk mengawasi Wajib Pajak yang semakin melonjak jumlahnya.

Tak ada keahlian khusus pajak yang dibutuhkan. Ikuti seleksinya mulai dari ujian tertulis, psikotes dan wawancara. Kemampuan pajak bisa diperoleh ketika telah menjadi pegawai. Ada diklat-diklat yang memang sengaja disiapkan, learning by doing.

Penerbit: Indonesian Tax Review
Oleh     : Andy Chandra, S.E., BKP

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

Pelatihan Pajak