Home » » WPOP Usahawan

WPOP Usahawan

Semua WPOP yang melakukan kegiatan usaha berupa penyerahan barang/jasa non profesi termasuk kategori ini. Sebab, mereka memperoleh penghasilan kegiatan usaha yang dilakukan.Terkait persiapan dalam rangka Pelaporan SPT Tahunan PPh OP, WPOP kategori ini dipindahkan menjadi dua kelompok berdasarkan besaran omset yang diperolehnya, yaitu kelompok dengan omset dibawah Rp 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) dalam setahun dan yang melebihinya.

Untuk Usahawan dengan omset dibawah Rp 4.800.000.000,00 tentu telah kita pahami bahwa meraka termasuk kategori UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang setiap bulan dikenai PPh Final Pasal 4 ayat (2) sebesar 1% (satu persen) dari omset bulanan sebagaimana ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013.
Terhadap WPOP Usahawan kelompok ini (<Rp 4,8 Miliar) maka yang perlu dilakukan adalah:

Proses Penyusunan:

  • Kumpulkan semua SSP Lembar ke-1 Pembayaran PPh Final Pasal 4 ayat (2) selama tahun 2014 untuk melihat jumlah pembayaran yang dilakukan.
  • Hitung jumlah pembayaran PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang telah anda lakukan setiap bulan selama tahun 2014 dan hitung dasar pengenaannya.
  • Sediakan formulir SPT Tahunan PPh OP dengan kode 1770 yang dapat anda unduh di www.pajak.go.id atau ambil di KPP terdekat.
  • Isikan kedua informasi tersebut di formulir 1770 Halaman 1770-III Bagian A Angka (16) kolom penghasilan yang dikenakan PPh Final dan kosongkan saja selebihnya kecuali halaman identitas.
  • Setelah itu tanda tangani SPT Tahunan PPh OP anda di halaman 1770 Induk dan lampirkan catatan akumulasi omset perbulan sepanjang tahun 2014 yang telah anda tandatangani dan satukan dengan formulir 1770 yang telah anda isikan.
  • Sampaikan ke KPPP terdekat dan selesailah usrusan pelaporan SPT Tahunan PPh OP anda.
  • Simpnlah baik-baik Bukti/Tanda Terima Pelaporan SPT Tahunan anda, setidak-tidaknya dalam jangka waktu 5 (lima tahun) kedepan sesuai dengan masa kadaluarsa pajak.
Bagaimana dengan WPOP Usahawan dengan omset lebih dari Rp 4.800.000.000,00? Tentu agak sedikit berbeda. Ia harus melakukan perhitungan PPh Terhutang pada akhir tahun dengan menggunakan metode pembukuan. Kewajiban ini telah diatur dalam Pasal 28 ayat (1) dan (2) UU KUP.

Berikut ini persiapan yang dilakukan WPOP Usahawan yang termasuk kategori tersebut(>4,8 Miliar):

Proses Perhitungan:

  • Catat semua pendapatan yang diperoleh sepanjang tahun dan jumlahkan semua angka tersebut untuk menghitung jumlah omset atau penghasilan bruto/ peredaran usaha. Dokumen pendukung untuk mengetahui informasi ini adalah Purchase Order atau Invoice, dll.
  • Hitung semua biaya pokok yang menjadi Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk menentukan besaran Laba Koto. WPOP Usahawan harus menghitung besaran HPP ini dengan merujuk pada semua tagihan, pembelian atau permintaan kepada supplier.
  • Dari Laba Kotor tersebut, hitung Laba Bersih dengan mengurangkan terlebih dahulu seluruh biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan. Laba bersih yang diperoleh merupakan Laba Bersih sebelum PPh.
  • Kurangi Laba Bersih itu dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan akan diperoleh Penghasilan Kena Pajak.
  • Kalikan Penghasilan Kena Pajak dengan Tarif PPh OP yang ditentukan didalam Pasal 17 ayat (1) huruf a UU No 36/2008 tentang Pajak Penghasilan.
  • Hasil perhitungan tersebut adalah PPh Pasal 29 Terutang untuk Tahun Pajak 2014.
  • Kumpulan semua SSP Lembar ke-1 Pembayaran PPh Masa Pasal 25 selama tahun 2014 untuk melihat jumlah pembayaran yang dilakukan.
  • Hasil Penjumlahan PPh Masa Pasal 25 adalah pengurangan PPh Pasal 29.
  • Apabila jumlahnya lebih kecil maka anda masih harus membayar kekurangan tersebut dengan menggunakan SSP (Kode MAP: 411125-200). Jika lebih besar maka negara akan mengembalikan kelebihan pembayaran tersebut dengan mekanisme penelitian (apabila tidak lebih dari Rp 10.000.000,00 sesuai dengan PMK-198/PMK.03/2013) atau pemeriksaan.
  • Siapkan Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Rugi/Laba dan Neraca.

Penerbit: Indonesia Tax Review
Oleh      : Erikson Wijaya

(Praktisi Perpajakan)

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

Pelatihan Pajak