Home » , » Faktor Negatif Yang Menghambat Tingkat Kesadaran Wajib Pajak

Faktor Negatif Yang Menghambat Tingkat Kesadaran Wajib Pajak

Dalam menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran dan kepedulian Wajib Pajak (WP) harus ditinjau terlebih dahulu ruang lingkup pembahasannya. Hal itu dikarenakan jika dibandingkan antara WP Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sangat berbeda karakter masyarakat Wajib Pajaknya. Hal tersebut juga dipengaruhi sistemnya dimana PBB dalam penghitungannya masih menganut sistem office assesment sedangkan selain dari PBB sudah menganut self assesment.


Faktor-faktor yang dapat menurunkan tingkat kesadaran dan kepedulian WP, diantaranya: 
  • Prasangka buruk kepada aparat perpajakan harus dihilangkan dan digantikan dengan prasangka baik. Sebab, prasangka buruk ini akan menyebabkan para WP bersikap defensif dan tertutup. Mereka akan cenderung menahan informasi dan tidak terbuka. Mereka akan berusaha memperkecil nilai pajak yang dikenakan pada mereka dengan memberikan informasi sesedikit mungkin. Butuh usaha keras dari lembaga perpajakan dan media massa untuk membantu menghilangkan prasangka buruk tersebut. 
  • Kurangnya intensitas kerjasama dengan intansi lain guna mendapatkan data mengenai potensi WP baru, terutama dengan instansi daerah atau bukan instansi vertikal. 
  • Untuk Calon WP, Sistem Self Assessment dianggap menguntungkan, sehingga sebagian besar mereka enggan untuk mendaftarkan dirinya bahkan menghindar dari kewajiban ber-NPWP. Data-data tentang dirinya selalu diusahakan untuk ditutupi sehingga tidak tersentuh oleh Dirjen Pajak. 
  • Kurangnya informasi yang semestinya disebarkan dan dapat diterima masyarakat mengenai peranan pajak sebagai sumber penerimaan negara dan segi-segi positif lainnya. 
  • Adanya anggapan masyarakat bahwa timbal balik pajak tidak bisa dinikmati secara langsung, bahkan wujud pembangunan sarana prasana belum merata, meluas, apalagi menyentuh pelosok tanah air. 
  • Tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa tidak ada keterbukaan pemerintah terhadap penggunaan uang pajak.
Sedangkan tentang keterbukaan WP membayar pajak, secara spesifik faktor–faktor yang mempengaruhinya adalah kesadaran membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman terhadap peraturan perpajakan, dan persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan.

Apabila WP telah mempunyai kesadaran membayar pajak, maka kewajiban membayar pajak tidak memberatkan lagi dan dengan sukarela WP akan membayar pajaknya.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

Pelatihan Pajak