Home » , » Kegunaan Setelah Punya NPWP

Kegunaan Setelah Punya NPWP


Tujuan membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagian besar adalah untuk: Kredit Bank, Izin Usaha, dan Melamar Pekerjaan. 

Kredit Bank Setelah Punya NPWP 

Saat akan meminjam uang di bank maka disyaratkan memiliki NPWP. Secara ringkas dapat dijelaskan, ada unsur pajak penghasilan yang didapatkan oleh pihak bank atas bunga pinjaman dari kredit yang dilakukan. Sehingga pihak bank wajib mengetahui NPWP Anda sebagai pencatatan. 

Izin Usaha Setelah Punya NPWP 

Untuk mendirikan suatu badan usaha, perlu mempersiapkan banyak hal, dan salah satunya adalah NPWP. Badan usaha yang telah memiliki penghasilan wajib menyetor pajaknya, sehingga dari awal sudah diharuskan memiliki NPWP supaya ketika melakukan pembayaran pajak maka semuanya tercatat dalam sistem administrasi kantor pajak. 

Melamar Pekerjaan Setelah Punya NPWP 

Perusahaan menjadikan NPWP sebagai syarat supaya ketika Anda diterima bekerja, maka perusahaan dapat langsung memotong pajak atas gaji Anda tanpa terbebani kenaikan tarif sebesar 20% dari tarif normal. 

Kebanyakan masyarakat masih sangat awam di bidang perpajakan dan yang terjadi adalah kesalahpahaman. Fungsi utama NPWP bukanlah untuk hal-hal tersebut diatas. Fungsi NPWP sendiri adalah sebagai sarana kantor pelayanan pajak untuk mencatat seluruh administrasi perpajakan yang dilakukan. Setelah punya NPWP setiap uang pajak yang Anda setor/bayarkan ke negara dapat tercatat dan dipertanggungjawabkan. 


Dengan memiliki NPWP bukan berarti selesai sudah urusan Anda. Bahkan sebaliknya, setelah punya NPWP maka dimulai juga kewajiban perpajakan Anda untuk menghitung, membayar, dan melaporkan pajak atas penghasilan yang didapatkan. 

Setelah punya NPWP, kewajiban untuk menghitung, membayar, dan melaporkan pajak tidak sama untuk masing-masing pemilik kartu NPWP. Contohnya untuk pegawai/karyawan pajaknya sudah dipotong oleh pemberi kerja setiap bulannya. Dalam artian kewajiban untuk menghitung dan membayar sudah diwakilkan oleh pemberi kerja. Tinggal kewajiban melaporkan pajaknya saja yang dilakukan setahun sekali melalui lapor SPT Tahunan. 

Sementara bagi usahawan setelah punya NPWP, kegiatan menghitung dan membayar pajak harus dilakukan sendiri setiap bulannya. Pada akhir tahun diminta untuk melaporkan pajak yang sudah dihitung dan dibayarkan tersebut. Dan jika memiliki kewajiban pajak misalkan PPN, maka diwajibkan lapor pajak bulanan. Dan terakhir untuk badan usaha setelah punya NPWP, kegiatan menghitung, membayar, dan melaporkan pajak dilakukan setiap bulannya. Sehingga untuk badan usaha dikenal istilah lapor SPT Masa dan Lapor SPT Tahunan.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

Pelatihan Pajak