Home » , » Selamat Tinggal Pengampunan Pajak

Selamat Tinggal Pengampunan Pajak


Saat berakhirnya pemberlakuan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tax Amnesty (Pengampunan Pajak) yang sudah berlaku sejak tanggal 1 Juli 2016, Presiden Indonesia Joko Widodo dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, kembali mengajak seluruh Wajib Pajak untuk memanfaatkan haknya dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya sebagai warga negara. 

Hal tersebut ditekankan karena mengingat waktu pemberlakuannya yang terbatas yaitu di periode terakhir ini sampai dengan tanggal 31 Maret 2017. Tidak dapat dipungkiri, dalam pelaksanaan pengampunan pajak selama 8 bulan yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp112 triliun yang diperoleh dari 682.822 para pembayar pajak masih ditemukan berbagai kendala di masyarakat.. 

Menurut sumber yang dihimpun dari data Direktorat Jendral Pajak Kementerian Keuangan memperlihatkan bahwa dari 32,8 juta Wajib Pajak terdaftar, terdapat 29,3 juta Wajib Pajak terdaftar yang wajib menyampaikan/lapor SPT (Surat Pemberitahuan Pajak), dan ternyata WP yang sudah lapor SPT hanya sejumlah 12,6 juta. 

Jumlah Wajib Pajak tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta orang dan jumlah angkatan kerja yang di atas 120 juta orang. Sedangkan yang memanfaatkan pengampunan pajak hanya 682.822 Wajib Pajak dengan uang tebusan sebesar Rp112 triliun. 

Sesuai Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU Nomor 7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 36 tahun 2008) Pasal 4 menyatakan bahwa: “Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, ….” 

Untuk WP orang pribadi yang jumlah penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) barulah yang disebut sebagai terutang pajak penghasilan (PPh) dengan menggunakan perhitungan tarif progresif sesuai Pasal 17 Undang-Undang PPh.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

Pelatihan Pajak