Home » , » Subjek dan Objek PPh Badan

Subjek dan Objek PPh Badan

Pengertian Badan sebagai Subjek Pajak

Sebagaimana telah dibahas dalam modul PPh Orang Pribadi, pengertian badan menurut UU KUP adalah sekumpulan orang atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun tidak melakukan usaha.


Dalam Undan-Undang KUP Pasal 1, disebutkan bahwa yang termasuk dalam pengertian badan antara lain adalah Perseroan Terbatas (PT), Perseroan Komanditer (CV), perseroan lainnya, BUMN dengan nama dan dalam bentuk apapun, BUMD dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma,kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif ,dan bentuk usaha tetap. Secara garis besar subjek Badan dapat dibedakan menjadi Subjek Pajak Badan Dalam Negeri, Subjek Pajak Badan Luar Negeri dan Bentuk Usaha Tetap.

Tidak semua Badan menjadi subjek pajak, namun ada Badan yang dikecualikan sebagai subjek pajak yaitu:

  • Badan perwakilan Negara Asing 
  • Organisasi Internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dengan syarat: 
  1. Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut 
  2. Tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia, selain pemberian pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota. 
  • Unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria : 
  1. Pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan; 
  2. Pembiayaannya bersumber dari APBN atau APBD; 
  3. Penerimaannya masuk dalam anggaran pemerintah pusat atau daerah; 
  4. Pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara.
Objek PPh Badan 

Objek PPh Badan adalah penghasilan yang diterima atau diperoleh badan. Bagi Subjek Badan dalam negeri yang menjadi objek PPh adalah semua penghasilan baik dari dalam maupun dari luar negeri sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 4 ayat (1) Undang-undang PPh yang meliputi:


  • Hadiah dari kegiatan dan penghargaan; 
  • Laba usaha; 
  • Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta (selain tanah dan bangunan); 
  • Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya; 
  • Bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang; 
  • Dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun; 
  • Royalti atau imbalan atas penggunaan hak; 
  • Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta; 
  • Keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan 
  • Peraturan Pemerintah; 
  • Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing; 
  • Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva tetap; 
  • Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas; 
  • Penghasilan dari usaha berbasis syariah, dan 
  • Surplus Bank Indonesia. 
anda bisa mengikuti pelatihan pajak dengan topik Praktek Pengisian  Badan serta Aspek Penghematan Pajaknya

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

Pelatihan Pajak